Saturday, 15 October 2011 23:58

Satgas TKI Tak Mau Muluk-muluk

Written by 
Rate this item
(1 Vote)


INILAH.COM, Jakarta - Satgas TKI mengaku tak ingin muluk-muluk mengejar target dalam bekerja menyelesaikan masalah Tenaga Kerja Indonesia yang terbelit kasus hukum di luar negeri.

"Jadi begini, Satgas 6 bulan. 6 bulan harus lihat realistis apa yang bisa dilakukan. Harapan masyarakat besar terhadap hasil Satgas," ujar Juru Bicara Satgas TKI Humphrey Djemat, di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (14/7/2011).

Selama 6 bulan itu, kata Humphrey, Satgas diberi target untuk membereskan semua TKI bermasalah di empat negara yaitu Malaysia, China, Arab Saudi dan Singapura. Satgas TKI, lanjut dia akan memokuskan pekerjaan pada 4 hal.

Pertama, menginventarisir semua permasalahan dan kasus menyangkut WNI dan TKI khususnya terancam hukuman mati. Kedua, memberikan bantuan hukum kepada TKI bermasalah. Ketiga, evaluasi permasalahan menyangkut TKI khususnya menyangkut hukuman mati. Keempat, memberikan rekomendasi pada Presiden untuk penanganan masalah-masalah yang diderita TKI atau WNI.

Menurut Humphrey, Satgas sudah bekerja sebelum Kepres dikeluarkan dan menggunakan kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan sebagai sekretariat. "Kita sudah punya data akurat untuk itu. Langkah kedua menyangkut advokasi dan bantuan hukum ini sangat penting sekali. Oleh karena itu tim Satgas akan menandatangani beberapa negara untuk langsung lihat advokasi hukum apa yang dilakukan di sana," terangnya.

Sebagai persiapan, Satgas akan memberikan bantuan hukum pada TKI atau WNI dengan pendampingan advokat di negara-negara yang bermasalah. "Beberapa kasus seperti pembunuhan punya latar belakang sendiri seperti pembelaan diri," ungkapnya. [mvi]

Read 1400096 times Last modified on Sunday, 16 October 2011 00:28

Asosiasi Advokat Indonesia

 
Slogan : Membangun Advokat Pejuang

 

Sekretariat :

The Bellagio Residence & Mall
Unit OG-30
Jl. Mega Kuningan Barat Kav. E
Kuningan Timur – Setiabudi
Jakarta Selatan 12950
 

E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Login Anggota